Pemanfaatan Daun Sawo sebagai Antibakteri Escherichia Coli
Hallo
guys
Kalian
pasti tahukan atau pernah lihat tanaman sawo, itu loh yang buahnya cokelat yang
sering dijadikan perumpamaan untuk kulit orang indonesia “ sawo matang “. Tapi
kalian tau gak sih ternyata tanaman sawo itu memiliki segudang manfaat loh bagi
tubuh kita. Mau tau gak manfaatnya apa saja?, baca terus sampai akhir ya
bermanfaat loh buat pengetahuan kalian langsung aja yuk baca penjelasan tentang
sawo si coklat yang bermanfaat ini, cekidottt
Apa itu tanaman sawo ?
Tanaman sawo ( Manilkara kauki
L ) merupakan salah satu jenis tanaman tahunan, yang berbuah tanpa ada musim.
Tanaman sawo ini berasal dari Guetemala ( Amerika tengah ), meksiko dam hindia
barat. Tanaman ini sudah menyebar keberbagai benua salah satunya asia yaitu indonesia
yang di tanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1200 m dpl, terdapat di
jawa dan madura.
![]() |
| Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sawo_manila |
Untuk
lebih jelasnya mengenai tanaman sawo, kuy lihat klasifikasi dari tanaman sawo dibawah ini
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Subdivisi
: Angiosperma
Kelas
: Dicotyliedonae
Bangsa
: Ebanales
Suku : Sapotaceae
Marga : Achras
Jenis
: Achras Zapota L
Apa aja sih kandungan dari daun sawo ?
Adapun
Kandungan zat kimia dari Daun sawo antara lain :
1.
Tanin
Tanin
dapat menyebabkan denaturasi protein dengan membentuk kompleks
dengan protein melalui kekuatan non-spesifik seperti ikatan hidrogen
dan efek hidrofobik sebagaimana ikatan kovalen, menginaktifkan
adhesin kuman (molekul untuk menempel pada sel inang),
dan menstimulasi sel-sel fagosit yang berperan dalam respon imun seluler
(Chisnaningsih, 2006).
Tanin
merupakan senyawa kompleks yang banyak terdapat pada tumbuhan,
biasanya merupakan campuran polifenol yang sukar untuk dipisahkan
karena tidak dalam bentuk kristal. Di dalam tumbuhan letak tanin
terpisah dari protein dan enzim sitoplasma, tetapi bila jaringan tumbuhan
rusak maka reaksi penyamakan dapat terjadi. Reaksi ini menyebabkan
protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan hewan
pemakan tumbuhan. Salah satu fungsi utama tanin yaitu sebagai penolak
hewan pemakan tumbuhan karena rasanya yang sepat . Tanin
dapat meringankan diare dengan menciutkan selaput lendir
usus (Tjay dan Rahardja, 1991).
2.
Flavonoid
Flavonoid
merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada
tanaman hijau, kecuali alga. Flavonoid yang lazim ditemukan pada 15
tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) adalah flavon dan flavonol dengan
C- dan O-glikosida, isoflavon C- dan O- glikosida, flavanon Cdan O-glikosida,
khalkon dengan C- dan O-glikosida, dan dihidrokhalkon, proantosianidin
dan antosianin, auron O-glikosida, dan dihidroflavonol Oglikosida (Markham,
1998).
Manfaat daun sawo ternyata bisa
loh mengobati penyakit diare yang disebabkan bakteri Escherichia coli, pasti
kalian penasarankan bagaimana mengolah daun sawo ?
Apa sih diare ?
Diare adalah
buang air besar (defekasi) dengan frekuensi yang tidak normal (meningkat) dan konsetrasi
tinja yang lebih lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga
kali dalam 24 jam juga disertai dengan nyeri di bagian bawah perut.
Apa saja sih penyebab dari diare ?
Infeksi. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri
dan parasit. Penyebaran bakteri atau paraqsit
yang paling sering adalah memalui air yang sudah tercemar oleh tinja atau
kotoran. Dengan demikian penyakit ini lebih sering terjadi pada lingkungan
dengan sanitasi air bersih yang kurang memadai, baik untuk minum, memasak dan
mencuci. Bakteri Escherichia coli merupakan agen penyebab diare yang paling
sering di banyak negara.
Penyebab Diare lainnya. Mencret juga dapat menular dari
orang ke orang, diperburuk oleh kebersihan pribadi yang buruk. Makanan
merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan atau disimpan dalam kondisi
yang tidak higienis.
Cara Pengolahan daun sawo
- Siapkan satu mangkok daun sawo, lalu cingcang daun tersebut
- Kemudian beri 2 gelas air bersih
- Lalu rebus selama 15 menit, kemudian minum airnya 3 kali sehari
Nah
itulah manfaat dan cara pengolahan dari
daun sawo sebagai antibakteri semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba ya, see you di
artikel selanjutnya ya
Daftar Pustaka
Chisnaningsih.2006. Pengaruh pemberian
ekstrak syzygium polyanthum terhadap produksi
roimakrofag pada mencit BALB/c yang Diinokulasi Salmonella Typimurium. Semarang
Markham.1998. Cara Identifikasi
Senyawa Flavanoid. Bandung
Puspa
dewi, Irene. 2017.
Perbandingan Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium
guajava L.) dan Ekstrak Etanol Daun Sawo (Manilkara zapota L.) Terhadap
Bakteri Escherichia coli. JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA (Volume
2 No.1 ISSN-Online : 2548-141X). Akademi Farmasi Prayoga Padang
Tjay dan Rahardja. 1991. Obat – obat
penting. Jakarta

sangat bermanfaat.. makasih infonya ya
BalasHapusmakasih kak atas infonya
BalasHapuswah sangat membantu banget
BalasHapushallo kakas, artikel ini sangat bermanfaat sekali terima kasih sudah berbagi ilmu
BalasHapusTerima kasih ya atas infonya
BalasHapuspostingan yang cukup menarik
BalasHapusmakasih ka infonya
BalasHapusMakasih banget info nya mba
BalasHapuscukup tauuuu yaaa mbaaa
BalasHapusSangat bermanfaat makasih infonya👍🏻
BalasHapusMakasih mba nya
BalasHapusMakasihh info nya
BalasHapusInfo yg bermutu wkwk
BalasHapusthanks
BalasHapusSgt membantu min
BalasHapus