Kamis, 26 April 2018

Apasih Diare?



Hallo semua I’m comeback dengan artikel baru  nih aku pengen bagi informasi buat kalian semua, yuk langsung aja kita bahas cekidottt


Apasih diare?

Diare adalah keadaan frekuensi air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah.
Ciri- ciri dari penyakit diare
1.      Badan lesu dan juga lemes
2.      Muntah – muntah
3.      Tidak memiliki nafsu makan
4.      Ada darah atau lender di kotoran

Adapun penyebab dari diare
1. Infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.
2. Adanya gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorbsi.
3. Alergi.
4. Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.
5. Imunodefisiensi yaitu kekebalan tubuh yang menurun

Kalian tau gak diare itu ada beberapa jenis loh
1.      Diare akut, nah diare ini disebabkan oleh rotavirus biasanya ditandai dengan buang air besar lembek dan juga cair, diare jenis ini berlangsung kurang lebih 14 hari.
2.      Diare persisten, diare ini juga akut yang menetap dimana kerusakan mukosa usus. Penyebabnya sama seperti diare akut yaitu rotavirus.
3.      Diare kronis, diare ini berlangsung lebih dari 2 minggu
Pencegahan penyakit diare
Penyakit diare dapat dicegah melalui ( Widoyono, 2005: 151 )
a)      Menggunakan air bersih
Tanda-tanda air bersih :
      Tidak berwarna
      Tidak berbau
      Tidak berasa
b)      Memasak air sampai mendidih sebolum diminum untuk mematikan sebagian besar kuman penyakit.
c)      Membuang tinja bayi dan anak-anak dengan benar.
Widjaja ( 2005: 148-149 ) penularan diare dapat melalui :
·         Melalui air, yang merupakan media penularan utama. Diare dapat terjadi bila seseorang menggunakan air minum yang telah tercemar, baik  tercemar dari sumber nya maupun tercemar selama perjalanan sampai ke rumah-rumah. Pencemaran di rumah terjadi apabila penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan yang tercemar menyentuh air naik pada saat dari tempat penyimpanan.
·         Melalui tinja yang terinfeksi, tinja yang terinfeksi mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Bila tinja tersebut di hingggapai binatang dan kemudian binatang tersebut hinggap di makanan, maka makanan tersebut dapat menularkan diare kepada orang yang memakannya.
Faktor-fakor yang meningkatkan resiko diare.
Menurut Ramaih ( 2007: 18-19 ) menyatakan ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko diare sebagai berikut :
1.         faktor lingkungan
      pasokan air tidak memadai
      air terkontaminasi oleh tinja
      fasilitas kebersihan kurang
      kebersihan pribadi buruk : mis tidak mencuci tangan setelah buang air
      kebersihan rumah buruk : mis tidak membuang tinja anak di WC
      penyiapan dan penyimpana makanan yang tidak hygenis
2.      faktor individu
ü  kurang gizi, frekuensi, durasi, dan keparahan diare lebih tinggi pada anak-anak yang kurang gizi.
ü  Buruk dan kurangnya mekanisme pertahanan alami tubuh.
ü  Produksi asam lambung berkurang
ü  Gerakan pada usus berkurang, yang mempengaruhi aliran makanan yang normal.

Nah dari penjelasan diatas penyakit diare jangan sampai dianggap sepele ya, karena diare dapat membuat gangguan sistem pencernaan yang membahayakan jadi kita harus menangani dengan baik. Sekian informasi yang dapat aku berikan semoga bermanfaat bagi kita semua ya sampai bertemu di arikel selanjutnya




Referensi


Ngastiyah. 1997. Perawatan anak sakit. Jakarta : EGC
Ramaiah,safitri,2007,all you wanted to know about diare,Jakarta:PT.Bhuana Ilmu Popular
Suryadi,dkk,2006,asuhan keperawatan pada anak,Jakarta:percetakan penebar swadaya
Widjaja. 2007. Penyakit tropis epidemiologi penularan pencegahan dan pemberatasannya. Jakarta : Erlangga