Hallo
semua I’m comeback dengan artikel baru nih aku pengen bagi informasi buat kalian
semua, yuk langsung aja kita bahas cekidottt
Diare adalah
keadaan frekuensi air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih dari 3
kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula
bercampur lendir dan darah.
Ciri- ciri
dari penyakit diare
1. Badan
lesu dan juga lemes
2. Muntah
– muntah
3. Tidak
memiliki nafsu makan
4. Ada
darah atau lender di kotoran
Adapun
penyebab dari diare
1.
Infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.
2.
Adanya gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorbsi.
3.
Alergi.
4.
Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.
5.
Imunodefisiensi yaitu kekebalan tubuh yang menurun
Kalian
tau gak diare itu ada beberapa jenis loh
1.
Diare
akut, nah diare ini disebabkan oleh rotavirus biasanya ditandai dengan buang
air besar lembek dan juga cair, diare jenis ini berlangsung kurang lebih 14
hari.
2.
Diare
persisten, diare ini juga akut yang menetap dimana kerusakan mukosa usus.
Penyebabnya sama seperti diare akut yaitu rotavirus.
3.
Diare
kronis, diare ini berlangsung lebih dari 2 minggu
Pencegahan
penyakit diare
Penyakit
diare dapat dicegah melalui ( Widoyono, 2005: 151 )
a)
Menggunakan air bersih
Tanda-tanda
air bersih :
Tidak berwarna
Tidak berbau
Tidak berasa
b)
Memasak air sampai mendidih sebolum
diminum untuk mematikan sebagian besar kuman penyakit.
c)
Membuang tinja bayi dan anak-anak
dengan benar.
Widjaja
( 2005: 148-149 ) penularan diare dapat melalui :
·
Melalui
air, yang merupakan media penularan utama. Diare dapat terjadi bila seseorang
menggunakan air minum yang telah tercemar, baik tercemar dari sumber nya
maupun tercemar selama perjalanan sampai ke rumah-rumah. Pencemaran di rumah
terjadi apabila penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan yang tercemar
menyentuh air naik pada saat dari tempat penyimpanan.
·
Melalui
tinja yang terinfeksi, tinja yang terinfeksi mengandung virus atau bakteri
dalam jumlah besar. Bila tinja tersebut di hingggapai binatang dan kemudian
binatang tersebut hinggap di makanan, maka makanan tersebut dapat menularkan
diare kepada orang yang memakannya.
Faktor-fakor
yang meningkatkan resiko diare.
Menurut Ramaih ( 2007: 18-19 ) menyatakan ada beberapa
faktor yang meningkatkan resiko diare sebagai berikut :
1.
faktor lingkungan
pasokan air tidak memadai
air terkontaminasi oleh tinja
fasilitas kebersihan kurang
kebersihan pribadi buruk : mis tidak
mencuci tangan setelah buang air
kebersihan rumah buruk : mis tidak
membuang tinja anak di WC
penyiapan dan penyimpana makanan
yang tidak hygenis
2. faktor individu
ü kurang gizi, frekuensi, durasi, dan
keparahan diare lebih tinggi pada anak-anak yang kurang gizi.
ü Buruk dan kurangnya mekanisme
pertahanan alami tubuh.
ü Produksi asam lambung berkurang
ü Gerakan pada usus berkurang, yang
mempengaruhi aliran makanan yang normal.
Nah dari penjelasan diatas penyakit diare jangan sampai
dianggap sepele ya, karena diare dapat membuat gangguan sistem pencernaan yang
membahayakan jadi kita harus menangani dengan baik. Sekian informasi yang dapat
aku berikan semoga bermanfaat bagi kita semua ya sampai bertemu di arikel
selanjutnya
Referensi
Ngastiyah.
1997. Perawatan anak sakit. Jakarta :
EGC
Ramaiah,safitri,2007,all
you wanted to know about diare,Jakarta:PT.Bhuana Ilmu Popular
Suryadi,dkk,2006,asuhan
keperawatan pada anak,Jakarta:percetakan penebar swadaya
Widjaja.
2007. Penyakit tropis epidemiologi
penularan pencegahan dan pemberatasannya. Jakarta : Erlangga
wah sangat bermanfaat bagi saya.. makasih ya
BalasHapusMakasih kaka, sgt bermanfaat
BalasHapustingkyuuu kak
BalasHapus